METODE PENGUMPULAN DATA

 

 

·         Sumber Data

 

Data bisa diperoleh dari sumber primer atau sekunder. Data primer mengacu pada informasi yang diperoleh dari tangan pertama oleh peneliti yang berkaitan dengan variabel minat untuk tujuan spesifik studi. Data sekunder mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber yang telah ada.

 

·         Sumber Data Primer

 

Selain dari individu yang memberi informasi ketika diwawancara, dari kuesioner, atauobservasi – dibahas lebih jauh dalam Metode Pengumpulan Data dalam bab ini – sumber data primer (source of primary data) lain yang berguna adalah kelompok fokus.

 

·         Panel

 

Panel, seperti halnya kelompok fokus, merupakan sumber informasi primer untuk tujuan penelitian. Sementara kelompok fokus bertemu untuk satu sesi kelompok satu-kali, panel (anggota) bertemu lebih dari sekali.

 

·         Panel Statis dan Dinamis

 

Panel bisa statis (static), yaitu anggota yang sama berada dalam panel selama periode watu yang diperpanjang atau dinamis (dynamic), yaitu anggota panel berganti dari waktu ke waktu saat berbagai fase studi sedang berlangsung. Keuntungan utama dari panel statis adalah bahwa hal tersebut memberikan ukuran yang baik dan peka mengenai perubahan yang terjadi di antara dua titik waktu – alternatif yang lebih baik dibanding menggunakan dua kelompok berbeda pada dua waktu berbeda.

 

·         Ukuran Umum

 

Ukuran jejak (trace measures), atau juga dikenal sebagai ukuran umum (yang tidak langsung tampak – unobtrusive), berasal dari sumber primer yang tidak melibatkan orang. Satu contoh adalah sampul dan tampilan jurnal di sebuah perpustakaan universitas, yang memberikan petunjuk baik mengenai popularitas frekuensi penggunaan, atau keduanya.

 

·         Metode Pengumpulan Data

 

Metode pengumpulan data merupakan bagian integral dari desain penelitian seperti ditunjukkan dalam bagian berbayang dalam figur. Ada beberapa metode pengumpulan data, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Masalah yang diteliti dengan penggunaan metode yang tepat sangat meningkatkan nilai penelitian.

 

Data bisa diperoleh dengan berbagai cara, dalam lingkungan berbeda – lapangan atau lab-dan dari sumber yang berbeda, seperti baru saja kita bahas. Metode pengumpulan data meliputi wawancara (interview) – melalui tatap muka, telepon, bantuan komputer, dan media elektronik; kuesioner (questionnaire) yang diserahkan secara pribadi, dikirim melalui e-mail, atau secara elektronik; observasi (observation) individu dan peristiwa dengan atau tanpa videotape atau rekaman audio; dan beragam teknik motivasional  (motivational techniques) lain seperti tes proyektif.

 

WAWANCARA

 

Salah satu metode pengumpulan data adalah mewawancara responden untuk memperoleh informasi mengenai isu yang diteliti. Wawancara bisa tersturktur atau tidak terstrultur, dan dilakukan secara tatap muka, melalui telepon, atau online.

 

·         Wawancara Tidak Terstrktur

 

Wawancara disebut tidak terstuktur karena pewawancara tidak memasuki sutuasi wawancara dengan urutan pertanyaan yang terencana untuk ditanyakan kepada responden. Tujuan wawancara tidak terstuktur (unstructures interview) adalah membawa beberapa isu pendahuluan ke permukaan supaya peneliti dapat menentukan variabel yang memerlukan investigasi mendalam lebih lanjut. Dalam Bab 4, pada pembahasan ”Bidang Permasalahan yang Luas,” kita melihat beberapa situasi di mana manajer mungkin memiliki suatu ide yang samar-samar mengenai perubahan tertentu yang terjadi dalam situasi tanpa mengetahui apa sebenarnya hal tersebut.

 

·         Wawancara Terstruktur

 

Wawancara terstruktur (structure interview) adalah wawancara yang diadakan ketika diketahui pada permulaan informasi apa yang diperlukan. Pewawancara memiliki daftar pertanyaan yang direncanakan untuk ditanyakan keada responden, entah secara pribadi, melalui telepon, atau media PC. Pertanyaan besar kemungkinan difokuskan pada faktor-faktor yang mengemukakan selama wawancara tidak terstruktur dan dianggap relevan dengan masalah. Saat responden menyampaikan pandangan mereka, peneliti akan mencatatnya. Pertanyaan yang sama akan diajukan kepada semua responden.

 

·         Survei Observasional (Observational Surveys)

 

Sementara wawancara dan kuesioner mengungkap respons dari subjek, adalah mungkin untuk memperoleh data tanpa mengajukan pertanyaan kepada responden. Orang adpat diamati dalam lingkungan kerja mereka sehari-hari atau dalam situasi lab, dan aktivitas serta perilaku  mereka atau item minat lainnya bisa dicatat dan direkam.

 

PENGAMBILAN SAMPEL

 

·         Populasi

 

Populasi (population) mengacu pada keseluruhan kelompok orang, kejadian, atau hal minat yang ingin peneliti investigasi. Misalnya, bila CEO sebuah perusahaan komputer ingin mengetahui jenis strategi periklanan yang dipakai oleh perusahaan-perusahaan komputer di Silicon Valley, maka semua perusahaan komputer yang berkedudukan di sana akan menjadi poulasi

 

·         Kelompok Populasi

 

Kelompok populasi (population frame) merupakan kumpulan semua elemen dalam populasi di mana sampel diambil.

 

·         Sampel

 

Sampel (sampel) adalah sebagian dari populasi. Sampel terdiri atas sejumlah anggota yang dipilih dari populasi.

 

·         Subjek

 

Subjek (subject) adalah satu anggota dari sampel, sebagaimana elemen adalah satu anggota dari populasi.

 

·         Pengambilan Sampel

 

Pengambilan sampel (sampling) adalah proses memilih sejumlah elemen secukupnya dari populasi, sehingga penelitian terhadap sampel dan pemahaman tentang sifat atau karakteristiknya akan membuat kita dapat menggeneralisasikan sifat atau karakteristik tersebut pada elemen populasi.

 

Ada dua tipe utama desain pengambilan sampel; pengambilan sampel cara probabilitas dan nonprobabilitas. Dalam pengambilan sampel cara probabilitas (probability sampling), besarnya pekuang atau probabilitas elemen populasi untuk terpilih sebagai subjek sampel diketahui. Dalam pengambilan sampel cara nonprobabilitas (nonprobability sampling), besarnya peluang elemen untuk terpilih sebagai subjek tidak diketahui. Desain pengambilan sampel cara probabilitas digunakan ketika representatsi sampel adalah penting dalam rangka generalisasi lebih luas. Bila waktu atau faktor lainnya, dan bukan generalisasi, menjadi penting, pengambilan sampel cara nonprobabilitas biasanya dipakai.

 

·         Pengambilan Sampel cara Probabilitas

 

Bila elemen populasi memiliki peluang yang diketahui untuk terpilih sebagai subjek dalam sampel kita memilih desain pengambilan sampel cara probabilitas. Pengambilan sampel cara probabilitas dapat bersifat tidak terbatas (pengambilan sampel acak sederhana – simple random sampling) atau terbatas (penambilan sampel cara probabilitas kompleks – complex probability sampling).

 

·         Pengambilan Sampel Acak Sederhana atau Tidak Terbatas

 

Dalam desain pengambilan sampel cara probabilitas tidak terbatas (unrestricted probability sampling design), yang lebih diknela sebagai pengambilan sampel acak sederahan, tiap elemen populasi memiliki peluang yang diketahui dan sana untuk terpilih sebagai subjek.

 

·         Pengambilan Sampel Cara Probabilitas Komples atau Terbatas

 

Sebagai alternatif untuk desain pengambilan sampel acak sedrhana, beberapa desain pengambilan sampel cara probabilitas komplek bisa digunakan. Prosedur pengambilan sampel cara probabilitas ini memberikan alternatif yang layak dan terkadang lebih efisien daripada desain tidak terbatas yang baru saja kita bahas.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: