Peningkatan biaya bukan saja hanya berasal dari sektor produksi tapi juga berasal dari konsumen, jaringan distribusi dan pengiriman serta suplier.
Manager dengan pemahaman yang lebih akurat tentang cost untuk customer-customer yang berbeda dapat mengambil berbagai kebijakan-kebijakan diantaranya:
- Melindungi dan meningkatkan business kepada konsumen yang paling menguntungkan
- Hitung ulang biaya servise, didasarkan cost atas servise
- Pemberian discount bila perlu untuk mendapatkan keuntungan dari pengurangan cost atas pelayanan konsumen.
- Menegosisikan secara win-win relationship dengan cost yang lebih rendah pada customer yang cooperative.
- Mencoba menarik customer yang menghasilkan keuntungan tinggi dari kompetitor lain.
SELLING, MARKETING, DISTRIBUTION DAN BIAYA ADMINISTRATIVE; Fix, variable atau ‘Super Variable’
Di banyak perusahaan biaya SMDA ini meningkat seiring dengan peningkatan sales. Itu artinya SMDA ini bukanlah Fixed Cost. Juga bukan variable cost tetapi ‘super variable cost’ karena presentasi kenaikannya lebih tinggi daripada kenaikan sales.
CUSTOMER COSTING
Tidak semua konsumen menerima cost yang sama atas servise charge yang dikeluarkan perusahaan. Activity Based Costing memungkinkan manager mengidentifikasikan karakteristik setiap konsumen, mana konsumen yang perlu biaya lebih besar dan mana yang lebih rendah untuk biaya jasa/ pelayanan.
Memanage cost yang tinggi dan rendah untuk jasa/ pelayanan kepada customer.
Karakteristik tinggi rendah biaya jasa pada konsumen:
|
Pelayanan dengan Cost Tinggi |
Pelayanan dengan Cost Rendah |
|
Order sesuai pesanan Jumlah order kecil Order yang tidak dapat diprediksikan Pengiriman sesuai permintaan Perubahan syarat pengiriman Proses manual Support pra penjualan yang besar (marketing, teknis, dan sumber-sumber penjualan)
Support paska jual yang besar (instalasi, training, garansi, layanan di lapangan)
Ketergantungan atas perusahaan yang menghandle persediaan Pembayaran yang tidak lancar. |
Order produk yang sudah ada Jumlah order yang tinggi Order bisa diprediksikan Pengiriman secara standart Tak ada perubahan syarat pengiriman Proses elektronis Sedikit bahkan tanpa support pra jual (standart harga dan order)
Tanpa biaya paska jual
Pengiriman kembali sesuai barang yang ada
Pembayaran tepat waktu |
|
Hi Losses |
|
Konsumen yang berada di atas garis diagonal cenderung menguntungkan |
|
Profit |
|
Net (ABC) Margin realized |
|
Hi |
|
Low |
|
Cost to serve |
|
Profit |
Mengukur dan memanage consumen yang menguntungkan:
|
Pasif: - Produk krusial -
Supplier yang ada kondisinya baik |
Pelayanan dengan biaya yang wajar Tapi pembayaran lancar.
|
|
|
Sensitif harga dan sedikit permintaan khusus
|
Agresif: - Buying power yang kurang - Harga rendah dan banyak biaya servis yang dikeluarkan |
|
Cost to serve |
Memanage sustomer yang tidak menguntungkan.
Inisiasi harga dan pengembangan proses umumnya dilakukan perusahaan atau secara bersama dengan customernya. Sering usaha ini berhasil memindahkan customer dari yang tadinya tidak menguntungkan menjadi menguntungkan, atau berpindah dari kuadran kanan bawah seperti yang nampak pada gambar diatas.
Beberapa perusahaan yang kurang menguntungkan tersebut biasanya adalah customer baru. Biaya dikeluarkan untuk mengundang mereka menjadi customer perusahaan. Customer mungkin memberikan kita sedikit order sebagai uji coba awal untuk menentukan bisnis selanjutnya sehingga mereka bisa menilai sejauh mana suplier baru dapat men-support mereka. Perusahaan berusaha menjadikan customer baru ini sebagai customer jangka panjang sehingga dalam hal ini perusahaan mengeluarkan banyak dana yang dalam ABC model diistilahkan sebagai cost to serve sebagai investasi untuk mendapatkan customer baru.
Perusahaan berharap agar secepatnya customer ini memberikan keuntungan melalui kombinasi volume penjualan, margin yang lebih tinggi, dan cost to serve yang lebih rendah.
Customer lain yang kurang profit mungkin juga adalah perusahaan yang prestisius karena mereka dikenal sebagai perusahaan besar yang memiliki supplier yang berkualitas sehingga menjadi supplier perusahaan tersebut adalah mendapatkan nilai tambah yang besar. Dalam hal ini keuntungan didapat dari customer lain yang menilai kita sebagai perusahaan bonafit karena menjadi suplier perusahaan bonafit tersebut.
Bila customer yang tidak menguntungkan ini telah bekerjasama dengan perusahaan dalam jangka waktu yang sangat lama, maka mungkin sudah waktunya perusahaan memutus hubungan kerja ini atau biarkan mereka memutus kerja sama ini dengan sendirinya. Misalnya perusahaan melakukan perjanjian ulang tentang teknis dan sistem marketing pada customer yang tidak menguntungkan ini, dengan demikian bila perjanjian tersebut dirasa kurang menguntungkan customer tadi maka dengan sendirinya mereka akan mengundurkan diri dari kerjasama tersebut.
HUBUNGAN DENGAN SUPLIER
Kinerja manager pembelian dievaluasi dengan purchase price varians . Varians yang tidak menguntungkan bila harga beli aktual melewati standart harga dan varian yang menguntungkan bila kurang dari standart harga yang ditetapkan. Manager pembelian segera mengambil tindakan bagaimana mengurangi resiko dari varian yang kurang menguntungkan tersebut. Mereka dapat mengidentifikasikan sumber-sumber pembelian dengan harga lebih rendah dengan melakukan cara-cara pembelian:
- Dalam jumlah besar, mendapatkan keuntungan dari discount atas volume yang diberikan suplier.
- Dari supplier-suplier kecil/ bukan terkenal yang kualitas dan performancenya kurang dari supplier yang selama ini dipakai.
- Dari suplier lokal yang biaya pengiriman tidak dibebankan yang memberikan harga sedikit lebih rendah.
- Dari suplier di negara-negara dengan upah rendah
- Dari suplier yang memiliki overhead rendah karena mereka tidak melakukan investasi atas teknologi dan sistem
- Dari suplier dengan sumber-sumber teknis dan teknologi yang rendah.
Memilih suplier dengan cost rendah bukan harga rendah.
Beberapa pengembangan berikut ini mengindikasikan mengapa suplier tidak boleh dipilih hanya berdasar atas rendahnya harga. Manager pembelian tidak dapat dinilai dari kemampuannya menghindari varian harga pembelian yang tidak menguntungkan. Suplier yang terbaik adalah yang dapar mengirim barangnya dengan cost yang lebih rendah bukan harga yang terrendah. Apakah dalam hal ini harga pembelian tidak terlalu penting. Tentu penting, tapi harga pembelian hanyalah satu komponen dari total cost untuk mendapatkan material. Total cost untuk mendapatkan material menunjukan banyaknya perusahaan yang terlibat dalam aktifitas yang berhubungan dengan pembelian.
VENDOR SUSTAINING COST
Selain harga pembelian itu sendiri, hanya sebagian kecil saja dari sejumlah cost-cost pembelian yang merupakan unit- related. Beberapa cost adalah batch-related, beberapa berhubungan dengan pemesanan, penerimaan, penyerahan dan pembayaran material. Cost yang lain adalah product sustaining; biaya disain dan pengelolaan material dan komponen itu sendiri. Seperti biaya perencanaan, syarat-syarat pengiriman, rencana produksi dan evaluasi secara periodik atas performance vendor. Dengan kondisi ini maka perlu adanya hubungan kerjasa yang baik dengan vendor sehingga mereka bisa bekerja dengan baik lebih efektif dan efisien dengan beberapa vendor saja.
BIAYA-BIAYA UNTUK PENUGASAN BISNIS DAN LEVEL PERUSAHAAN.
Konsep dasar biaya penugasan bisnis adalah menggunakan activity cost driver yang sama dengan biaya penugasan pada level produksi untuk aktivitasnya dan produksinya atau pada biaya marketing dan selling kepada customer. Lihat pengukuran kuantitatif yang menampilkan output yang disediakan dari departemen-departemen ini. Bila pengukuran kuantitatif untuk output departemen tidak dapat diidentifikasikan sehingga hanya menggunakan dasar alokasi menggunakan persentase dari departemen-departemen yang beroperasi seperti sales, expenses, asset maka yang digunakan adalah alokasi yang sesuai dengan kenyataannya, bukan karena didasarkan atas hubungan sebab akibat.
